Updates > > Statistik Perilaku Konsumen Tahun 2022 yang Perlu Kamu Ketahui untuk Bisnis dan Penjualanmu

Statistik Perilaku Konsumen Tahun 2022 yang Perlu Kamu Ketahui untuk Bisnis dan Penjualanmu

Marcomm & Branding

7 September 2022

Faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen senantiasa berganti dari tahun ke tahun. Contohnya, pandemi mengubah pengalaman berbelanja konsumen yang tadinya masih nyaman dengan offline, menjadi online. Dan dalam beberapa tahun terakhir, tentunya dorongan lebih besar akan praktek penjualan yang lebih transparan dan berkelanjutan lebih berkembang lagi seiring berjalannya tahun 2022. Tetapi, apa saja hal tersebut?

Dalam artikel berikut ini, kami mencoba memberikan beberapa statistik akan perilaku berbelanja dalam industri e-commerce yang dapat Anda pahami dan apa maksud dari perilaku tersebut serta dampaknya terhadap strategi bisnis Anda di tahun 2022 ini.

Konsumen Nyaman dengan Berbelanja Secara Online

Menurut data dari GWI Commerce Report di tahun 2022, ada 36% peningkatan di negara Amerika dalam bidang berbelanja kebutuhan rumah secara online. Pada musim liburan di tahun 2021, 46% konsumen yang berbelanja secara online meningkat, menurut riset dari Jungle Scout.

Mengapa? Alasan utamanya adalah harga yang lebih murah, biaya pengiriman yang rendah, dan tentunya kenyamanan. Kembali ke tahun 2020, NRF Winter 2020 Consumer View menuliskan bahwa hampir 83% konsumen yang berbelanja secara online menyebutkan bahwa kenyamanan menjadi faktor terpenting jika dibandingkan dengan lima tahun sebelumnya. Jadi, dapat dikatakan bahwa persentase ini senantiasa meningkat dari tahun ke tahun.

Perubahan ini memaksa toko offline untuk mempertimbangkan bagaimana strategi yang dapat diterapkan, entah dengan merilis toko online mereka sendiri atau bekerja sama dengan platform marketplace pihak ketiga. Selain itu, ada juga dorongan bagi brand Anda untuk menetapkan kehadiran secara online di dunia serba digital saat ini.

Ketika hal ini senantiasa direkomendasikan untuk setiap brand, maka hal ini juga senantiasa penting untuk pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.

Ulasan & Konten Berbasis Pelanggan Lebih Memberikan Dampak

Saat ini, jelas terlihat bahwa setiap orang membicarakan tentang pemasaran yang disebarkan oleh influencer (influencer marketing). Ketika Hubspot melakukan survei pada lebih dari 1,000 pemasar secara global di tahun 2021, 61% dari pemasar dalam bisnis B2C menjelaskan bahwa mereka merencanakan peningkatan investasi mereka dalam pemasaran oleh influencer, jika dibandingkan dengan 44% hasil dari UGC.

Tetapi, beberapa riset menyarankan strategi sebaliknya mungkin malah lebih efektif. Menurut data dari Stackla di 2021, UGC 8.7x lebih berdampak jika dibandingkan dengan pemasaran dari influencer dan 6.6 kali lebih berdampak jika dibandingkan dengan konten branded. Dan faktanya, dalam hal mencari ide pada media sosial, Jungle Scout mengungkapkan bahwa 56% konsumen dipengaruhi oleh unggahan yang dibagikan oleh teman dan keluarga – lebih dari konten branded dan iklan.

Dari perspektif pemasaran, hal ini adalah sinyal bagi brand bahwa konsumen ingin mendengar lebih banyak dari pembeli lain. Pertimbangkan hal ini untuk Anda masukkan ke dalam strategi media sosial Anda dengan membagikan ulasan pelanggan dan mempromosikan UGC melalui reward dan taktik promosi lainnya.

Meskipun hal ini merupakan wawasan yang berkualitas, hal ini juga berfungsi dengan baik untuk menarik konsumen pada tahap pertimbangan dalam perjalanan pembeli.

Statistik Perilaku Konsumen Tahun 2022 yang Perlu Kamu Ketahui untuk Bisnis dan Penjualanmu

Konsumen Mencari Personalisasi dalam Konten Anda

Menurut data dari Stackla, 70% konsumen mengatakan bahwa penting bagi setiap brand untuk menawarkan pengalaman yang dipersonalisasikan – naik dari 67% di tahun 2019. Hubspot Blog Research di tahun 2021 menemukan bahwa 53% dari pemasar memberikan pesan personalisasi dalam strategi pemasaran berbasis e-mail. Dari persentase tersebut, 72% nya menyebutkan bahwa hal tersebut menjadi taktik paling efektif, lebih dari segmentasi pengikut , otomatisasi e-mail, dan konten yang dinamis.

Namun, ada banyak cara untuk mempersonalisasikan pengalaman pengguna – mulai dari rekomendasi produk dan rekap penggunaan (contohnya seperti kampanye “UnWrapped” dari Spotify) hingga konten cerdas dan ulasan pengguna.

Dengan banyaknya saluran yang dapat digunakan, Anda sebagai pemasar dapat memiliki banyak pilihan ketika ingin memberikan sentuhan personal dari produk Anda. 

Generasi Z Memimpin Pembelian Melalui Media Sosial

Pada Mei 2021, eMarketer menemukan bahwa Gen Z lebih cenderung terlibat dalam perdagangan sosial jika dibandingkan dengan generasi yang lebih tua. Laporan mereka mengungkapkan bahwa sekitar 56% konsumen berusia antara 18 dan 24 tahun dan 47,5% dari 14 hingga 17 tahun telah melakukan setidaknya satu pembelian di platform sosial.

Angka-angka ini jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan generasi lain, dengan hanya sepertiga dari konsumen berusia antara 45 hingga 65 tahun yang melakukan setidaknya satu pembelian di media sosial dalam setahun.

Platform mana yang paling banyak digunakan oleh Gen Z? TikTok dan Instagram. Laporan GWI Gen Z 2022 menemukan bahwa 46% Gen Z menggunakan TikTok untuk mencari informasi tentang produk dan brand sementara 69% dari mereka menggunakan Instagram.

Hal ini mungkin karena Instagram perlahan-lahan beralih pada platform e-commerce dengan alat berbelanja yang lebih canggih, sementara TikTok masih tetap berfokus sebagai platform video dengan durasi pendek.

Jadi, apa yang dicari oleh konsumen dari golongan Gen Z? Pada media sosial, laporan GWI menemukan bahwa sebagian besar dari mereka mencari konten yang:

  • Ringan dan menyenangkan
  • Inspirasional
  • Informasional & membantu

Adapun dalam perjalanan pembelian mereka, cara pertama Gen Z menemukan dan meneliti produk adalah melalui vlog (blog video), menurut laporan GWI. Setelah melakukan pembelian, mereka cenderung menjadi setia pada brand yang menawarkan akses akan  konten atau layanan eksklusif tertentu.

Jadi, jika target audiens Anda termasuk Gen Z, kehadiran media sosial Anda akan menjadi jauh lebih penting dari sebelumnya.

Brand Akan Mendapatkan Keuntungan dari Pendekatan Berbasis Omni-channel

Dalam studi eMarketer pada Maret 2020 tentang bagaimana orang dewasa di Amerika lebih suka dengan brand yang berkomunikasi dengan mereka, e-mail menjadi hal teratas di samping iklan TV. Unggahan media sosial berada di urutan ketiga dan pesan teks berikutnya.

Apa yang ditunjukkan oleh data ini adalah bahwa strategi saluran tunggal tidak cukup untuk menarik dan mempertahankan konsumen. Perhatian mereka ditarik ke berbagai arah dan jika brand Anda tidak menonjol, Anda mungkin akan segera dilupakan.

Sekarang, hal ini bukan untuk mengatakan bahwa setiap brand harus memanfaatkan setiap saluran di luar sana. Karena bagaimanapun, tidak setiap saluran akan menawarkan keuntungan atas investasi yang positif. Apa yang kami sarankan adalah secara konsisten memanfaatkan campuran satu hingga tiga saluran sambil tetap mendapatkan informasi terbaru tentang bagaimana audiens Anda merespons hal tersebut.

Beberapa saluran mungkin berfungsi dengan baik selama tahap tertentu dalam perjalanan pembeli dan beberapa mungkin hanya berfungsi untuk sementara waktu. Menganalisa data Anda adalah cara terbaik untuk mengetahui saluran mana yang sepadan dengan waktu dan usaha Anda.

Statistik Perilaku Konsumen Tahun 2022 yang Perlu Kamu Ketahui untuk Bisnis dan Penjualanmu

Konsumen berekspektasi akan Opsi BNPL (Buy Now Pay Later)

Beli-sekarang-bayar-nanti adalah layanan pembayaran yang memungkinkan pelanggan mendistribusikan pembayaran pembelian mereka menjadi cicilan tanpa bunga. Topik ini mulai meningkat popularitasnya sekitar pertengahan tahun pada tahun 2020 tetapi mencapai puncaknya pada September 2021, menurut Google Trends.

Pada tahun 2020, Paypal meluncurkan paket cicilan pembayarannya sendiri dan selama Black Friday 2021, mereka mengalami peningkatan hampir 400% dalam transaksi BNPL dari tahun ke tahun. Meskipun satu laporan CNBC menemukan bahwa hanya 7% pembeli yang berencana menggunakan BNPL pada musim liburan yang lalu, para ahli memperkirakan angka tersebut akan berlipat ganda atau tiga kali lipat pada tahun 2022.

Hal ini juga sangat populer di kalangan Gen Z – populasi yang baru saja mulai memasuki dunia kerja. Laporan GWI 2022 menemukan bahwa satu dari lima konsumen dalam golongan Gen Z di kawasan Asia-Pasifik menggunakan layanan BNPL pada bulan lalu.

Pembayaran seringkali bukan sesuatu yang dipikirkan pemasar saat mengiklankan produk dan/atau layanan dari sebuah brand. Namun, data ini menunjukkan bahwa hal ini berguna karena menjadi pertimbangan pembelian yang lebih kuat bagi konsumen.

Dorongan Lebih Tinggi Terjadi untuk Brand yang Berkelanjutan (Sustainable)

Pada tahun 2019, Harvard Business Review melaporkan bahwa produk berkelanjutan lima kali lebih sukses dalam pertumbuhan penjualan rata-rata jika  dibandingkan dengan brand yang tidak dipasarkan seperti itu. Saat ini, tren tersebut senantiasa berkembang.

Laporan Studi Keberlanjutan Global 2021 menemukan bahwa sepertiga konsumen bersedia membayar mahal untuk produk berkelanjutan. Faktanya, 61% Gen Z mengatakan mereka membayar lebih untuk produk ramah lingkungan jika dibandingkan dengan yang tidak, menurut laporan GWI. Secara khusus, konsumen online mencari:

  • Penggunaan bahan alami dan organik
  • Barang-barang yang didaur ulang
  • Brand yang sebagian dari hasil produknya digunakan untuk tujuan ramah lingkungan
  • Tidak mengandung bahan kimia berbahaya
  • Memiliki daya tahan yang lebih baik

Banyak brand yang mungkin menawarkan satu atau lebih dari hal ini tetapi gagal mengiklankannya. Hal inilah yang dapat membantu membedakan Anda dari pesaing, karena keberlanjutan menjadi faktor pembelian yang terus meningkat bagi konsumen.

Berikut adalah beberapa informasi tentang statistik dalam industri bisnis, terutama dalam saluran online yang dapat Anda pertimbangkan penggunaannya. Sudahkah Anda melengkapi hal tersebut Anda dengan sistem pesanan yang berkualitas?

Jika membutuhkan bantuan dalam hal ini, Jet Commerce hadir untuk memberikan Anda solusi e-commerce enabler berkualitas di Indonesia. Jet Commerce merupakan salah satu penyedia e-commerce solution Indonesia yang bergerak pada sektor B2B dan B2C di Jakarta. Sebagai perusahaan e-commerce enabler terpercaya se-Asia Tenggara, Jet Commerce menawarkan solusi terdepan yang dapat mendukung performa bisnis Anda di e-commerce dengan sistem UPFOS.

Menjual produk secara online melalui website e-commerce Anda sendiri tidak pernah mudah, cepat, atau terukur dengan pasti. Maka dari itu, UPFOS sebagai salah satu sistem omni-channel berkualitas di Indonesia dapat menjadi salah satu platform yang memungkinkan Anda untuk menjual produk di mana pun pelanggan Anda berada, baik secara online, tatap muka, maupun keduanya dengan satu sistem yang sama dan terpusat.

UPFOS merupakan solusi omni-channel terintegrasi di Indonesia berupa aplikasi manajemen marketplace, yang dapat membantu Anda dalam berbagai proses bisnis seperti: mengelola multi saluran penjualan, pengaturan persediaan stok & inventaris, multi promosi, CRM, laporan bisnis & banyak fungsi lainnya. Memberikan Anda pengalaman manajemen e-commerce yang mudah, serta lengkap dalam satu dashboard yang sama. Berbisnis di banyak marketplace seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, BukaLapak, JD.ID, Blibli, dan lainnya bukanlah lagi sebuah masalah dengan sistem UPFOS. Dapatkan layanan omni-channel berkualitas hanya dari UPFOS untuk bisnis Anda di sini. 

 

Reference: HubSpot

Share It With Your Friends

Do You Have Any Question?

+62 21 808 23118

CONNECT WITH US

Do You Have Any Question?

+62 21 808 23118

CONNECT WITH US